Jumat, 28 September 2012

Domain Name System (DNS)

     Nama domain (domain name) adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasikan nama server komputer, seperti web server atau e-mail server, di jaringan komputer ataupun internet. Domain berfungsi mempermudah pengguna internet untuk melakukan akses ke server dan mengingat server yang dikunjungi dibandingkan harus mengenal deretan nomor atau yang dikenal dengan IP address. Nama domain juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs.

     DNS pertama kali dikembangkan Jon Postel dari Information Science Institute (ISI) di University of Southern California (USC).

     Komputer yang terhubung dengan jaringan internet memiliki nomor unik untuk dapat berkomunikasi satu dengan lainnya. Nomor untik sebagai bahasa komunikasi yang digunakan disebut protokol, yaitu protokol TCP/IP. Nomor unik tersusun atas 32 bit ynag dibagi menjadi 4 segmen. tiap segmen terdiri atas bit yang dipisahkan oleh titik.

A. Top Level Domain (TLD)
     Top Level Domain adalah level domain yang terletak pada level satu. Top Level Domain dibagi menjadi dua kelompok, yaitu:

1. gTLD (generic Top Level Domain), yaitu domain yang terdiri atas berbagai jenis domain umum.




gTLD
Penggunaan
com
Komersial
net
Penyedia jasa jaringan internet
org
Organisasi non-komersial
info
Situs informasi
biz
Bisnis
coop
Kalangan koperasi
aero
Maskapai penerbangan
museum
Museum atau pihak yang bersangkutan dengan museum
name
Domain individu
pro
Kalangan professional
edu
Lembaga pendidikan Amerika Serikat
gov
Lembaga pemerintahan Amerika Serikat
int
Organisasi internasional
mil
Kemiliteran Amerika Serikat

 2. ccTLD (country code Top Level Domain), yaitu domain yang digunakan berdasarkan kode suatu negara.


ccTLD
Negara
id
Indonesia
my
Malaysia
fr
Prancis
sg
Singapura
uk
Inggris
ru
Rusia
us
Amerika
jp
Jepang




B. Second Level Domain
                Second Level Domain adalah nama domain internet yang berada pada level kedua. Di Indonesia, untuk Second Level Domain yang tergolong domain negara ditentukan dengan cara tertentu. Secondhand Level Domain di Indonesia terdiri dari:
1.    co.id, digunakan untuk perusahan berbadan hukum sah yang memiliki SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) atau badan hukum sah yang berbentuk PT, PK, atau firma yang memiliki akte serta izin usaha yang terkait.

2.    go.id, digunakan untuk instansi/lembaga penyelenggara negara (eksekutif, legislatif, dan yudikatif) dan lembanga independen yang dibentuk oleh pemerintah.

3.    ac.id, digunakan bagi lingkungan akademik/perguruan tinggi di Indonesia.

4.     sch.id, digunakan untuk lembaga pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan, serta beroperasi dengan perundangan yang berlaku, termasuk lembaga pendidikan yang bukan di bawah naungan Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen).

5.     mil.id, digunakan untuk lembaga militer Republik Indonesia.
6
6.     net.id, digunakan untuk perusahaan yang memiliki izin usaha telekomunikasi dari pemerintah.

7.     or.id, digunakan bagi lingkungan segala macam organisasi, yayasan, perkumpulan, ataupun komunitas.

88.     web.id, bagi organisasi umum atau pribadi selain ac, co, go, net, or, sch, dan mil.

Second Level Domain dikelola oleh PANDI (Pengelola Nama Domain Internet Indonesia), yang berada di bawah Kementrian Komunikasi dan Informasi. PANDI adalah badan hukum yang dibentuk oleh perwakilan dari komunitas teknologi informasi dan telah memenuhi syarat sebagai badan hukum di Indonesia.


C. Third Level Domain

     nama domain ini diletakkan sebelum Second Level Domain, misalnya mail.yahoo.com

Rabu, 26 September 2012

Perangkat Keras dan Fungsinya untuk Akses Internet

A. Perangkat Keras untuk Akses Internet

1. Modem dial up/modem kabel/modem ADSL

      Modem (modulator demodulator) berfungsi mengubah gelombang analog menjadi sinyal digital dan sebaliknya, mengubah sinyal digital menjadi gelombang analog dari kabel telepon sehingga komputer dapat terkoneksi dengan internet.

      Secara fisik, modem dial up dibagi dua, yaitu
1). modem internal yang dipasang di dalam komputer pada slot ekspansi yang tersedia dan








2.) modem eksternal yang dipasang dengan menggunakan kabel line telepon, serial, ataupun USB.




Kecepatan modem dihitung dalam satuan kbps (kilobit per second). Modem dial up memiliki kecepatan untuk download sebesar 56 kbps.

     
  Modem ADSL (Asymmetric Digital Subscriber Line) yang dikembang dengan teknologi DIscrete Multi Tone (DMT).









Modem kabel menggunakan line TV kabel. Pendaftaran untuk akses internet dengan modem kabel menggunakan MAC Address (MEdia Acess Control Address).



Kecepatan modem dial up bervariasi antara 14,4-56,6 kbps.
Dalam aliran data internet terdapat istilah, yaitu upstream (kecepatan aliran data dari komputer lokal ke komputer lain melalui sebuat network) dan downstream (kecepatan aliran data dari komputer lain ke komputer lokal melalui sebuat network).

Berdasarkan proses kerjanya, modem dibagi menjadi dua, yaitu hardware modem (modem yang bekerja menggunakan chip khusus untuk menangani fungsi komunikasi data) dan software modem (pekerjaannya dilakukan oleh sebuah program driver.


2. Line telepon, TV kabel, ISDN, satelit, PLC, telepon seluler

a. Line telepon










b. TV kabel
    kecepatan maksimum 27 Mbps untuk downstream dan 2,5 Mbps untuk upstream. Komputer harus dilengkapi dengan kartu ethernet.





c. ISDN (Integrated System Digital Network)
    jaringan digital yang memberikan berbagai macam layanan telekomunikasi yang berlaku di seluruh dunia, dan merupakan transisi sistem telepon analog ke sistem digital.




d. Satelit
   di Indonesia, kita dapat menggunakan internet satelit dengan menggunakan VSAT (Very Small Aperture Terminal). VSAT adalah stasiun penerima sinyal dari satelit dengan antena penerima berbentuk piringan dengan diameter kurang dari tiga meter. fungsi VSAT adalah menerima dan mengirim data ke satelit. Fungsi satelit adalah sebagai penerus sinyal untuk dikirimkan ke titik lainnya di atas bumi.



e. PLC (Power Line Communication)
    PLC adalah akses internet yang dilakukan melalui saluran kabel listrik, yaitu dengan menumpangkan aliran data. PLC juga dikenal dengan naam broadband over power lines, yang merupakan jaringan untuk layanan multimedia dengan media transmisi kabel listrik.



ada beberapa teknologi lain, yaitu
a. WAP (Wireless Application Protocol)
b. GPRS (General Packet Radio Service)
c. EDGE (Enhanced Data for Global Evolution)
d. UMTS (Universal Mobile Telecommunication Service)
e. HSDPA (High Speed Downlink Packet Access)

Sejarah Perkembangan Internet

Asal Mula Internet

      Pada 1969, internet pertama kali dikembangkan dengan nama ARPAnet (Advanced Research Projects Agency network) oleh Departemen Pertahan Amerika Serikat yang dibangun dengan tujuan membuat jaringan komputer yang tersebar untuk menghindari pemusatan informasi di satu titik yang diperkirakan rawan dihancurkan jika terjadi peperangan.
       Pada awal 1980-an, ARPAnet dibagi menjadi dua jaringan, yaitu ARPAnet dan Milnet (Military Network). Jaringan interkoneksi ini disebut DARPA Internet, tetapi selanjutnya hanya disebut internet. Internet ini hanya dapat diakses dengan komputer mini dan mainframe. Setelah dibukanya layanan Usenet dan Bitnet, internet dapat diakses melalui PC. Protokol yang digunakan adalah TCP/IP dan dengan penggunaan sistem DNS (Domain Name Service).
      Pada 1986, dibentuk NSFNET (National Science Foundation Network) yang menggantikan ARPAnet. Pada Maret 1990, ARPAnet dibubarkan.